Tahun 2024, RSUD Caruban Siap Sandang Status Rumah Sakit Pendidikan

Foto: karyawan RSUD Caruban saat mengikuti pelatihan PEKERTI. Dok.Humas RSUD Caruban


MDNtimes, Madiun - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban bersiap menjadi Rumah Sakit Pendidikan yang nantinya memiliki fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang pendidikan kedokteran, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi .

Menurut Direktur RSUD Caruban, dr Farid Amirudin, Rumah Sakit Pendidikan merupakan fasilitas yang sangat penting dalam pendidikan kedokteran. Karena, di Rumah Sakit Pendidikan mahasiswa kedokteran akan terjun langsung untuk mendapatkan pengalaman dalam menangani berbagai macam penyakit.

Untuk menuju Rumah Sakit Pendidikan itu, kata dr Farid, RSUD Caruban telah melaksanakan berbagai persiapan salah satunya Diklat Internal pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) yang diikuti puluhan karyawannya.

 "Memang syarat menjadi rumah sakit pendidikan harus punya sertifikat PEKERTI. Setifikat PEKERTI ini pelatihan teknik instruktur. Jadi disitu diajarai caranya mengajar bagaimana caranya membuat materi," ungkap dr Farid disela-sela peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Jumat (8/12/2023).

Dalam pelatihan PEKERTI itu, Kata dr Farid, RSUD Caruban bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali dan sudah melatih 25 orang yang terdiri dari Dokter Spesialis 15 orang, sisanya Dokter umum dan tenaga kesehatan lainnya.

 "Jadi RSUD Caruban bekerjasama dengan Undiksha Singaraja Bali. Jadi kita sudah melatih 25 orang terdiri dari dokter-dokter spesialis 15, dan dokter umum kemudian juga tenaga kesehatan lainnya seperti Perawat, Gizi. Semua diikutkan peserta Sertifikat PEKERTI," tambah dr Farid.

Setelah semua persyaratan untuk menjadi Rumah Sakit Pendidikan terpenuhi, lanjut dr Farid, pihaknya akan segera mendaftarkan RSUD Caruban ke Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

 "Targetnya setelah selesai pelatihan PEKERTI kan dilaksanakan akhir November kemarin. Setelah selesai ini nanti langsung kita mengajukan ke Kemenkes. Kalau syarat prasayrat sudah mencukupi semua tinggal PEKERTI sama Hospital by Laws kita perbaiki. 2024 mungkin sudah bisa jadi Rumah sakit Pendidikan," jelasnya. Dodik
Previous Post Next Post