| Komisi C DPRD Kabupaten Madiun saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama RSUD Caruban, Rabu (11/4/2026). Foto: Dodik |
Madiun, MDNtimes.id -DPRD Kabupaten Madiun melalui Komisi C menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama RSUD Caruban, RSUD Dolopo, Perumda Air Minum Tirta Dharma Purabaya dan Bank Daerah Kabupaten Madiun, Rabu (11/3/2026).
Forum tersebut sebagai bagian dari proses sinkronisasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Madiun tahun 2025. Dan juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian kinerja dalam pelaksanaan program selama satu tahun anggaran terakhir.
Hasil rapat dengar pendapat yang digelar DPRD Kabupaten Madiun itu nantinya akan dijadikan bahan pembahasan lebih lanjut dalam rapat panitia khusus (pansus) LKPJ 2025. Selain itu, juga akan menjadi rujukan bagi fraksi-fraksi di legislatif dalam menyusun tanggapan resmi terhadap laporan kepala daerah.
Ketua Komisi C, DPRD Kabupaten Madiun Rudi Triswahono, menyampaikan apresiasinya kepada RSUD Caruban. Pasalnya, sepanjang tahun 2025 RSUD Caruban menunjukan kinerja yang positif. Hal itu dilihat dari LKPJ yang dibeberkan saat RDP tersebut.
"Hari ini yang menarik justru di RSUD Caruban. Di situasi seperti saat ini banyak kemajuan yang bisa dicapai," ujar Rudi, saat ditemui usai menggelar RDP.
Capaian itu, diantaranya jumlah pasien yang berobat di RSUD Caruban meningkat. Sehingga penghasilan rumah sakit tersebut juga mengalami kenaikan. hal itu menunjukan kepercayaan masyarakat ke RSUD Caruban sangat tinggi.
"Capaian itu seperti Jumlah pasien naik, baik rawat jalan, pasien IGD maupun pasien rawat inap. Sehingga pendapatan RSUD Caruban bisa naik cukup signifikan. Dari rencana Rp 95 milyar jadi Rp 109 milyar," jelasnya.
Rudi berharap capaian RSUD Caruban itu tidak berhenti di tahun 2025. Legislator PDI Perjuangan itu meminta pelayanan yang sudah baik itu terus ditingkatkan agar RSUD Caruban menjadi rumah sakit jujugan masyarakat Madiun dan sekitarnya.