RSUD Caruban Hadirkan Layanan Endoskopi, Bantu Deteksi Dini Penyakit Saluran Cerna

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Caruban, dr. Pertiwi Rosanti, Sp.PD.

Madiun, MDNtimes.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban kini menghadirkan layanan pemeriksaan endoskopi untuk membantu mendeteksi berbagai penyakit saluran pencernaan secara lebih cepat dan akurat.
‎Layanan tersebut sudah mulai beroperasi sejak awal 2026 dan kini telah melayani pasien umum maupun pasien peserta BPJS Kesehatan.
‎Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Caruban, dr. Pertiwi Rosanti, Sp.PD, mengatakan layanan ini menjadi salah satu pemeriksaan penunjang penting untuk mengetahui kondisi saluran cerna pasien secara langsung melalui kamera khusus.
‎“Endoskopi ini adalah metode pemeriksaan untuk melihat kondisi saluran cerna bagian dalam menggunakan kamera yang dimasukkan melalui alat khusus,” ujarnya.
‎Ia menjelaskan, pemeriksaan ini dapat digunakan untuk melihat kondisi saluran cerna bagian atas maupun bagian bawah. Untuk saluran cerna atas dikenal dengan istilah Esofago Gastro Duodenoskopi (EGD), sedangkan untuk saluran cerna bawah menggunakan kolonoskopi.
‎Pada prosedur EGD, alat dimasukkan melalui mulut untuk melihat kondisi esofagus, lambung hingga usus dua belas jari. Sementara kolonoskopi dilakukan melalui anus untuk memeriksa usus besar.


‎Menurutnya, dengan adanya kamera pada ujung alat tersebut, dokter dapat melihat secara langsung kondisi organ pencernaan pasien sehingga diagnosis penyakit bisa dilakukan lebih tepat.
‎“Di ujung alat ada kamera yang terhubung ke monitor, jadi kita bisa melihat langsung apakah ada luka, peradangan, tumor, atau penyebab keluhan pasien lainnya,” jelasnya.
‎Sebelum dilakukan tindakan, pasien biasanya diminta berpuasa terlebih dahulu agar saluran pencernaan dalam kondisi bersih sehingga pemeriksaan bisa dilakukan secara optimal.
‎Prosedur ini juga relatif aman karena hanya menggunakan bius lokal pada bagian tenggorokan tanpa sedasi total.
‎“Pasien tetap dalam kondisi sadar. Ini justru lebih aman karena refleks batuk masih ada sehingga risiko aspirasi atau tersedak bisa diminimalkan,” katanya.
‎Sejak mulai beroperasi, layanan endoskopi di RSUD Caruban sudah menangani berbagai kasus, mulai dari muntah darah, BAB berdarah, konstipasi kronis, diare berkepanjangan hingga nyeri perut yang tidak membaik setelah pengobatan.
‎Bahkan dari beberapa kasus konstipasi kronis yang diperiksa, ditemukan adanya indikasi kanker usus besar.
‎“Keluhan pasien sangat beragam. Ada yang muntah darah, BAB darah, sulit BAB lebih dari dua minggu, sampai nyeri perut kronis. Setelah diperiksa ternyata beberapa kasus ditemukan tumor atau kanker kolon,” ungkapnya.
‎Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan keluhan pada saluran pencernaan, terutama jika berlangsung lama.
‎“Kalau keluhan tidak membaik setelah pengobatan lebih dari empat minggu, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan lanjutan agar penyebabnya bisa diketahui lebih cepat,” ujarnya.
‎Menurutnya, keberadaan layanan endoskopi di RSUD Caruban sangat penting karena rumah sakit tipe C juga dapat menyelenggarakan pemeriksaan ini dan biayanya bisa dijamin oleh BPJS Kesehatan.
‎Dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat di wilayah Kabupaten Madiun dan sekitarnya kini tidak perlu lagi dirujuk jauh ke luar daerah untuk mendapatkan pemeriksaan endoskopi.
‎“Harapannya tentu masyarakat bisa mendapatkan diagnosis lebih dini sehingga penanganan penyakit saluran cerna bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” pungkasnya.
Previous Post Next Post